Tren fashion saat ini melaju dengan siklus yang ga bisa ditentukan. Terkadang suatu tren tertentu dengan mudah dan sangat cepatnya membanjiri konsumen kita. Dari anak-anak,remaja hingga dewasa beberapa waktu lalu sempat menggunakan model busana berupa jumpsuit dengan corak kain floral printed yang terbuat dari katun. Sempat juga busana model kaftan, yang mungkin lebih dikenal dengan istilah 'baju kalong atau baju kelelawar' menjadi in. Busana yang terbuat dari bahan yang melangsai(shifon,satin dan sutera) yang dipenuhi dengan berbagai decorative trims seperti payet dan mute, hingga decorative trims yang berharga jutaan rupiah seperti swarovski banyak kita jumpai di berbagai pusat perbelanjaan dan merambah hingga ke bisnis online. Dari mulai orang biasa sampe kalangan selebritis menggunakan model busana ini.
Tapi taukah kalian bahwa masyarakat kita cenderung lebih banyak 'mengikuti' ketimbang menjadi 'pelopor' dalam dunia fashion?Coba kita ingat-ingat sejenak..Siapa sih yang ga tau sama grup band NIDJI?.Nah, sang vokalis-Giring- dalam konsernya serig menggunakan shawl dengan motif kotak-kotak yang menurut saya shawl itu lebih mirip sorban (karena kalo diliat dari bentuknya sih emang mirip banget sorban yang suka dipake sama bapak-bapak kalo pergi ke masjid. Ketika grup band ini mulai melejit,album laris manis dan RBT-nya banyak dipake sama masyarakat, muncul juga nih para penggila NIDJI yang menamakan diri mereka -NIDJIcholic. Nah,NIdjicholic inilah yang kemudian banyak menirukan gaya berbusana sang idola-Giring. Dari atasan sampe bawahan mereka tiru semua, dan yang ga boleh ketinggalan sorban yang di lilitkan di leher, and i thought it was d most important thing for them.
Para pengikut/peniru inilah yang bisa disebut sebagai fashion followers, mereka cenderung mengikuti mode setelah orang lain menggunakannya. Ada beberapa alasan mengapa konsumen menjadi fashion followers, misalnya mereka membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk dapat menerima tren mode terbaru dan mereka juga cenderung meniru gaya berbusana orang yang mereka kagumi, seperti publik figur (aktris, aktor dan penyanyi), dan hal inilah yang melanda para NIDJIcholic.
Berbeda sama fashion followers,panutan fashion atau fashion leaders adalah kelompok konsumen yang membeli dan memakai gaya terbaru dan orang lain cenderung meniru. Kebanyakan dari fashion leaders adalah kelompok konsumen yang mempunyai penghasilan cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena fashion terbaru berharga sangat mahal. Fashion leaders memiliki keberanian untuk dapat tampil berbeda dengan orang kebanyakan dan penerimaan mereka terhadap busana rancangan fashion designer membuat busana tersebut menjadi tren mode. Fashion leaders yang sempat mendunia di tahun 90-an adalah princess diana. Siapa sih yang ga kenal sama sosok populer ini? Dari mulai pernikahannya dengan Prince Charles, memiliki dua anak laki-laki, perhatiannya pada dunia anak, pendidikan hingga kemiskinan, sampe kematiannya yang dihubung-hubungkan dengan kasus perselingkuhannya bersama dodi al-fayed selalu mengundang sorotan publik.Busana yang ia gunakan selalu menjadi perhatian,mulai dari kalangan pecinta fashion dunia hingga masyarakat umum. Setiap busana yang digunakan oleh sang Ratu akan menjadi tren yang mendunia. Ia menggunakan busana rancangan desainer terkenal, yang kemudian banyak diikuti oleh para fashion followers.
Kalo saya liat keadaan pada masyarakat saat ini,,banyak diantara mereka yang mengaku bahkan men'CAP' diri mereka sebagai fashion leaders--hanya karena mereka memakai dan menggunakan busana yang sedang in pada saat ini, padahal absolutely they'r not a fashion leaders, dan saya meyakini kalo mereka semua hanyalah pengikut,karena busana yang mereka gunakan adalah busana-busana yang SUDAH menjadi tren, bukan MENCIPTAKAN TREN..So guys,decided now are u a fashion leader? or still a follower?





Tidak ada komentar:
Posting Komentar